Tulisan ini kutunjukan untukmu. Adikku!
Aku mudah sekali dikuasai amarah. Menjawab, mendebat, menghina, mempertahankan pilihan yang nyatanya hanya untuk memuaskan egoku belaka. Aku tak pernah peduli akibat yang aku timbulkan pada orang lain. Yang penting aku menang, pandanganku kupaksakan, segala cara aku halalkan.
Ketika kamu membaca ini, aku ingin titipkan satu mimpiku padamu. Jika terlalu berat, maka mundurlah dan aku tak akan marah. Kau boleh berteriak marah padaku dan menyebutku pendosa, sebab dari jemariku dan perkataanku, seseorang pernah terluka dan mengubur segala mimpinya.
jangan ulangi kesalahanku, tulisan ini adalah pengingat untukmu. Agar selalu berpikir dua hingga ratusan kali sebelum berbuat sesuatu.
Pintaku satu,
jadilah pribadi baik hati.
Beranilah mencintai dan mengampuni saat mereka membeci.
Sulit, itu hal sulit! Saat kamu harus menahan diri, saat dicaci, bahkan mungkin diolok lebih kejam lagi.
Generasi kita adalah generasi yang jauh lebih maju ,saat aku menulis surat ini generasi kita akan lebih kejam . Namun, aku akan membantu-mu untuk selalu merangkul bukan menyikut. Untuk selalu tulus, bukan memiliki tujuan dan melakukan kebaikan, sebagai kedok agar yang kau idamkan berjalan mulus.
Belajarlah untuk tidak dikenal, meski yang kau lakukan adalah hal-hal besar.
Belajarlah untuk senantiasa menjadi tanah subur, bagi orang lain untuk berkembang.
Belajarlah untuk diam,diam, diam dan kuasai dirimu, saat orang lain merendahkan sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.
,
kau akan mati.
Dan mungkin tak akan dikenang samasekali karena melakukan hal-hal ini.
Percayalah, kewajiban kita hanya meneruskan kebaikan.
Untuk Aryadilangga
Selamat ulang tahun yang ke 19
Komentar
Posting Komentar