Zona nyaman yang membuat kita MATI!

 Persoalan perubahan yang dihadapi manusia bukanlah mengadopsi hal-hal baru, melainkan sulitnya membuang kebiasaan-kebiasaan lama.

Salah satu alasan yang menghalangi seseorang untuk berubah adalah, saat dia merasa ketakutan untuk kehilangan. Karena memang untuk berubah kita butuh melangkah atau move-on, meninggalkan sesuatu yang lama untuk menemui sesuatu yang baru.

Sering penulis sampaikan kepada teman-teman yang ingin berubah, bahwa mereka harus segera melangkah buatlah hal-hal yang baru dalam hidup kita, tinggalkan zona nyaaman tersebut dan jadilah kita yang baru, dengan segala tangtangan dan pengalaman yang baru.

Sebanyak 90% orang menjawab “lalu bagaimana dengan teman-temanku”  jika mereka juga ingin berubah pasti mereka mengikuti kita, namun jika tidak mereka akan diam di tempat dan menjauh dari kita. 

Akan muncul kesan bahwa kita meningglkan mereka, namun kenyataan yang ada adalah; perubahan kita yang memberikan sebuah jarak dengan kita yang dulu dan kita yang baru, sehingga kita dan mereka jadi menjauh. Sebenarnya tidak ada yang menjauh, hanya saja kita yang melangkah dan mereka tidak.

“Life begins at the end of your comfort one”  sungguh jika mendengar kata-kata ini kita berfikiran "jika tidak sekarang kapan kita berubah? aku merasa hidupku baik-baik saja.” sangat wajar dan manusiawi.  Karena kita sedang berada di zona nyaman, tempat dimana semua baik-baik saja dan siapapun menerima kita apa adanya. 

Tanpa perubahan pun hidup kita akan tetap baik-baik saja dan tidak mengalami kekurangan. Tapi, itu hanya menurut kita. Lalu bagaimana dengan hidup kita  apakah akan begitu saja? tidak membaik secara segnifikan? Teman kita akan gitu-gitu aja, tidak mendapat  teman baru yang semakin membuat  wawasan bertambah?

Intinya adalah kita hanya bertahan di satu tempat sehingga tidak dapat melihat dunia luar. Tolak ukur kita ya hanya di lingkungan sekitar.

Analoginya seperti salah satu film kartun favorit yaitu RIO yang mengisahkan seokor burung biru yang spesienya hanya tersisa 2 di dunia. Yaitu blue (pemeran utama) dan pasanganya. Blue sejak kecil dirawat disebuah rumah dengan kenyamanan. Blue merasa bahwa hidupnya baik-baik saja, dengan tinggal dirumah karena memang semua fasilitas tersedia.

 Sekilas memang indah hidup bagaikan di dalam istana, dengan berbagai kenyamanan yang ada. Kenyataanya, blue merupakan sifat alaminya sebagai burung yaitu terbang. Blue tidak bisa terbang dan dalam film tersebut blue mengalami kesulitan beradaptasi ketika dilepas ke alam bebas; karena blue tidak bisa terbang.

Namun semua itu bisa teratasi dengan usaha gigih blue untuk menemukan jati dirinya. Blue akhirnya bisa terbang, setelah berjuang melawan tekanan dunia luar, dengan meninggalkan segala kenyamanan yang ada. Lalu akhirnya blue menemukan hidupnya saat keluar dari zona nyaman.

  Seperti itulah dampak zona nyaman,memanjakan dari luar namun sejatinya menghancurkan dari dalam. 

Komentar